SPSS in Education Research

“Ilmu itu adalah perhiasan yang paling menawan dan tiada tandingannya bagi orang yang benar-benar ikhlas mencarinya.” -unknown motivation-
Olah data SPSS (SPSS 15.0.1 – November 2006) sebenarnya sudah lama muncul dalam membantu mengolah data di berbagai bidang seperti riset pasar, pengendalian dan perbaikan mutu, juga riset sains juga dunia pendidikan, yang isinya meliputi guru, siswa, dosen, dan mahasiwa. Program SPSS ini sangat membantu karena dalam pengolahan data, hasilnya yang dicapai dapat dipertanggungjawabkan dan terpercaya.
Kadang ilmu yang gak disangka-sangka bisa dengan mudahnya kita pelajari dari menolong orang. Bukan dengan imbalan apa-apa, niat tulus membantu. Senior di pasca sarjana dalam thesissweetmoment-nya meminta saya untuk mengolah data penelitian nya. Sedikit panik, dikarenakan saya masih pemula dalam mengolah data menggunakan SPSS, cuma bermodal searching sana sini. But, dari sinilah saya mendapat ilmu, semakin banyak dipelajari, semakin banyak dibaca.
Biasanya saya hanya menggunakan t-test untuk membandingkan dua metode pengajaran dengan tujuan metode mana yang lebih effective dalam pengajaran suatu kemampuan berbahasa siswa. Kali ini dengan 4 variable (thesis si kawan), terdiri dari X1 (STAD method), X2 (Word Square Method), X3 (Conventional) sebagai dependent variable, juga Y (students’ ability in comprehending descriptive text) sebagai independent variable.
Dosen pembimbing menyarankan testing hypothesis dengan menggunakan koefisen two way ANOVA, karenakan variable sudah melebihi 2.
Searching kesana kemari, dari halaman satu ke halaman lain, dan dari satu hari sampai bermalam-malam. Alah, lebay dulu. Kebanyakan contoh yang ditampilkan adalah penelitian pasar, jarang sekali penelitian pendidikan. Maka dari itu saya mencoba menjelaskan langkah-langkah olah data penelitian pendidikan.
Terlebih dahulu yang saya sampaikan disini merupakan hasil dari pengerjaan olah data SPSS (version 21) oleh saya sendiri, saya juga masih pemula yang mencoba mempelajari terus dalam dunia research, sehingga kurang dan lebihnya jika ada yang salah saya mohon nasehat, saran dan pertanyaan. Bisa kontak di email : yuliadamanik@dosen.ugn.ac.id  dan id line : yuliarizki.
Hasil yang didapat adalah sebelum melakukan testing hypohesis, seharusnya kita uji test validity dan reliabilty instrumen penelitian, setelah itu test normalitas dan juga tes homogenity. Bisa dicek apa itu uji test di atas disini, yang menggunakan skala guttman bisa dilihat disini, dimana rumus yang cocok untuk uji validitas dengan skala Guttman yaitu rumus koefisien reprodusibilitas dan koefisien skalabilitas. Contoh Uji Normalitas dan Homogenitas, dan penjelasan langkah-langkah dalam olah data penelitian menggunakan SPSS disini. Dan untuk membuat deskripsi data disini.
Nah, selanjutnya testing hypothesis dengan menggunakan koefisien two way ANOVA, caranya bisa dilihat disini.
Tulisan ini masih berlanjut yaa dan masih akan terus di update ….
post ini telah dipublish sebelumnya di yuliadamanik.blogspot.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *